Tari Gending Sriwijaya Bolehkah Ditarikan Sembarangan

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com — Tari Gending Sriwijaya, merupakan khasanah seni dan budaya Sumsel. Menggambarkan kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Biasanya digunakan untuk menyambut tamu utama, sesuai Instruksi Gubernur.

Sayangnya, instruksi tersebut tak ditemukan bentuk fisiknya. Lalu, apakah itu menjadi alasan bahwa tari gending sriwijaya boleh ditarikan sembarangan?

Beberapa hari terakhir, di sebuah even yang digelar oleh Himpunan Sarjana Kesusateraan Indonesia (HISKI) Sumsel, pegelaran Dulmuluk, ditarikanlah Tari Gending Sriwijaya, tak sesuai pakem, baik jumlah maupun lagunya. Termasuk, kalau tarian tersebut juga digelar di pesta-pesta perkawinan.

Inilah yang kemudian menjadi polemik, beberapa seniman dan budayawan menilai bahwa hal tersebut selayaknya tidak terjadi.
Mengupas masalah ini, Detiksumsel.com melalui Woles (Wawancara dan Obrolan Seputar Sumsel) menghadirkan tiga narasumber, yakni Dr Hj Izzah Zen Syukri, M.Pd (akademisi), Vebri Allintani (budayawan, mantan Ketua DKP), Imansyah dari Komunitas Seniman Tari Kota (Kasta) Palembang, dan Anwar Putra Bayu (seniman).

Dalam podcast yang dipandu Host: Muhamad Nasir, Anwar Putra Bayu mengemukakan bahwa perlu dipertanyakan juga sikap sakral berlebihan terhadap tarian yang mungkin, juga tidak termasuk tarian yang memang harus ditarikan dengan ritual tertentu. “Kecuali kalau memang tarian itu ada unsur-unsur ritual yang menuntut untuk dilaksanakan,” ujarnya.

Sementara, Hj Izzah Syukri, berusaha menghormati seni dan budaya yang ada. “Kalau memang kita menjaga marwah karya seni dan budaya, tentu tidak salah kalau berusaha menjaga marwahnya agar tetap terjaga,” ujar Dosen FKIUP Unsri ini.

Imansyah menyebut bahwa selama ini, sudah menyampaikan kepada para pemilik sanggar tari agar tidak menarikan Gending Sriwijaya di acara-acara perkawinan apalagi kalau bukan untuk sambutan tamu utama.

Vebri Allintani menyebut bahwa, ada aturan terkait tari gending Sriwijaya. Terkait, jumlah, musik, dan tamu yang disambut.
“Memang, setelah dtelusuri, info tentang itu yang bersumber dari instruksi gubernur, tidak ditemukan,” ujarnya.

Komentar