Tekan Pencemaran Lingkungan, Pemkot Prabumulih Bangun IPLT | Detik Sumsel
BNI"
Kondisi Instalasi Pengolahan Lumpur dan Tinja (IPLT) di Kota Prabumulih (Ichal/detiksumsel)
Kondisi Instalasi Pengolahan Lumpur dan Tinja (IPLT) di Kota Prabumulih (Ichal/detiksumsel)

Tekan Pencemaran Lingkungan, Pemkot Prabumulih Bangun IPLT

Prabumulih, Detik Sumsel – Tidak hanya limbah produksi perusahaan, limbah tinja manusia ternyata juga berdampak terhadap pencemaran lingkungan. Nah, guna menjaga kelestarian lingkungan, Pemerintah Kota Prabumulih melalui Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) membangun Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT).

Kepala Dinas Perkim, Toni Syalfriansah mengatakan, pembangunan IPLT tersebut dibangun di areal Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sungai Medang. Proyek pembangunan merupakan bantuan Kementerian PU, melalui satker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman (PPLP) Provinsi Sumsel senilai kurang lebih Rp2,919 Miliar.

“Kita siapkan lahan, untuk pendanaannya merupakan bantuan dari pemerintah pusat. Dikerjakan langsung oleh provinsi melalui pihak ketiga,” ujarnya saat dibincangi, Senin (1/10).

Toni menjelaskan, sejauh ini progres pembangunan IPLT sudah mencapai tahap finishing. Dengan adanya IPLT ini diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh limbah tinja masyarakat.

“Sehingga limbah tinja tidak lagi dibuang langsung ke sungai. Setelah diolah dan dipastikan aman barulah dialirkan ke sungai,” bebernya.

Sebagai penunjang, pihaknya juga telah menyiapkan mobil sedot tinja sebanyak dua unit. Mobil sedot tinja akan mengangkut limbah tinja dari rumah penduduk maupun perkantoran yang diambil dari safety tank untuk kemudian diolah.

“Ada tujuh kolam yang disediakan. Kolam pertama untuk pengendapan memisahkan lumpur dengan air. Selanjutnya limbah air akan dialirkan melalui kolam-kolam. Setelah proses filterisasi selesai dan dinyatakan aman barulah dialirkan ke sungai,” jelasnya.

Masih kata Toni, dirinya berharap dengan adanya IPLT dapat membiasakan masyarakat untuk hidup sehat. Khususnya bagi masyarakat yang tinggal di lingkungan padat penduduk.

“Sebenarnya lumpur dari pengendapan limbah tinja ini bisa dimanfaatkan untuk pupuk kompos. Namun sementara ini kita fokus untuk sterilisasi limbah untuk menjaga lingkungan agar tidak tercemar,” tandasnya. (Ichal)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

1700 Anak Di OKU Dapat Makanan Tambahan Sehat

Baturaja, Detik Sumsel – Sebanyak 1700 anak-anak PAUD menerima makanan tambahan sehat dalam kegiatan pemberian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *