Temui Pendemo, Cik Ujang: Kalau Mau Aksi Pelajari Dulu Permasalahannya | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Bupati Lahat, Cik Ujang SH ketika menemui masa dari KPLS Lahat. Foto Heru/DS

Temui Pendemo, Cik Ujang: Kalau Mau Aksi Pelajari Dulu Permasalahannya

Lahat, Detik Sumsel — Puluhan masa yang kali ini mengatasnamakan komunitas peduli lembah serelo (KPLS Lahat), sekitar pukul 09.00 WIB,  datangi kantor Bupati Lahat. Mendesak Bupati Lahat, Cik Ujang SH, segera memulangkan hewan jenis gajah, yang dititipkan pihak BKSDA di jalur 21 Banyuasin, kembali ke Lahat.

Aksi massa yang berlangsung hingga tiga jam ini, rupanya sempat diwarnai ketegangan. Saat massa berusaha menerobos masuk kedalam kantor Bupati. Dimana saat itu Bupati Lahat belum bisa menemui massa, karena sedang menggelar rapat mediasi antara PT Dizamatra dengan sejumlah mantan karyawan, diruang ofroom.

“Selamatkan gajah, kami hanya minta bapak Bupati kembalikan gajah ke Lahat,” ujar Syaik Muhamad Amrullah, Koordinator aksi, Senin (1/4).

Massa yang sebelumnya sempat melontarkan kata-kata kasar, hingga menghina soal wawasan Bupati Lahat. Akhirnya terdiam, ketika Bupati Lahat menemui masa dan menjelaskan akar masalahnya. Bupati Lahat bahkan sempat menanyai masa, apakah aksi tersebut diorganisir oleh seseorang atau tidak.

“Kalian ini hanya bisa asal bicara saja, tanpa mengetahui yang sebenarnya. Coba tanya ke BKSDA, alasan kenapa gajah itu dipindahkan,” kata Cik Ujang.

Cik Ujang membeberkan, sebenarnya pihak BKSDA sendiri yang sengaja membawa pergi gajah tersebut, karena tidak mau mengeluarkan anggaran untuk makan gajah. Dimana setiap satu minggu sakali, gajah harus diberi makan pelepah, batang pisang. Lebih memilih gajah dibiarkan makan rumput.

“Kalau mau aksi, pelajari dulu masalahnya. Jangan demo Pemkab Lahat, demo kantor BKSDA sana. Tanya kenapa gajah dibawa keluar Lahat, tanya kenapa gajah hanya makan rumput,” bebernya.

Lanjut Cik Ujang, sepengetahuan dirinya yang asli warga Merapi. Pihak BKSDA memiliki anggaran untuk makan hingga perawatan gajah. Namun anggaran tersebut tidak pernah sampai ke Lahat. Dirinya akan mendukung gajah tersebut dibawa lagi ke Lahat, asalkan dibuat kembali pusat pelatihan gajah.

“Bila perlu bawa lebih dari 10 gajah, jadi lahan 200 hektar yang diberikan Pemkab Lahat ini tidak sia-sia. Kita akan dukung kalau itu dijadikan tempat pariwisata. Tapi kalau ditinggalkan tanpa diurus, ya untuk apa,” sampai Cik Ujang. (heru).

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Gubernur Akan Perbaiki Jembatan Gantung Desa Lontar

Baturaja, Detik Sumsel – Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru berjanji akan segera memperbaiki jembatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *