Terendam Air Rawa, Panen Berkurang Hingga 75 Persen

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Indralaya, Detik Sumsel- Memasuki musim hujan, panen cabai di Desa Arisan Jaya, Kecamatan Pemulutan Barat, Ogan Ilir, mengalami penyusutan. Hal tersebut dikarenakan lahan pertanian cabai terendam air rawa yang naik.

“Awal bulan ini hujan deras selama beberapa hari dan air naik cukup tinggi sampai ke (lahan) perkebunan cabe,” kata Suryani di kebun cabai miliknya, Rabu (17/11).

Saat ditemui, Suryani sedang memetik cabai merah keriting yang masih bagus, di antara sebagian buah lainnya yang layu. Di lahan cabai seluas 2 hektar milik Suryani, panen mengalami penurunan drastis hingga 75 persen.

“Kalau biasanya bisa dapat 40 kilo cabe sekali petik, sekarang cuma dapat 10 kilo,” kata Suryani.

Baca Juga :   Terima SK dari DPP, Azmi Shofix Resmi Nahkodai Partai Demokrat OKU TimurΒ 

Lahan pertanian cabai yang terendam air ini, kata Suryani, merupakan peristiwa tahunan yang dialami petani di wilayah Pemulutan Barat termasuk Desa Arisan Jaya. Hanya saja, tinggi air berbeda setiap tahunnya tergantung intensitas curah hujan.

“Tahun ini lumayan jauh menurun panen karena mau musim hujan. Tapi juga kalau kemarau bisa gagal panen. Maunya cuaca sedang saja, lembab,” ungkap Suryani.

Di saat harga cabai cukup tinggi di pasaran yakni di kisaran Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu perkilogram, Suryani dan petani cabai lainnya di Desa Arisan Jaya kini malah dihadapkan pada persoalan panen menurun.

Baca Juga :   Diduga Dibunuh, Jenazah Eka Susanti Warga Ogan Ilir Diautopsi

“Ada pedagang cabai beli ke kami, tapi tidak seberapa, cuma beberapa kilo kan sayang sebenarnya,” ungkap Suryani.

Karena distribusi ke pasaran relatif sedikit, Suryani menjual cabai kepada warga di sekitar tempat tinggalnya. Risikonya, harga cabai dipatok lebih murah dibanding harga jual ke pedagang di pasaran.

“Tetangga beli kita kasih (harga) Rp 20 ribu perkilo. Kan untuk kebutuhan dapur, bukan dijual lagi,”pungkasnya. (AL)

Iklan Detik Sumsel

Komentar