Tergiur Beli Rumah Murah, Puluhan Konsumen Tertipu | Detik Sumsel
Detik
Pemprov

Tergiur Beli Rumah Murah, Puluhan Konsumen Tertipu

Palembang, Detik Sumsel – Tergiur harga jual rumah yang lebih murah dibanding harga pasaran membuat lebih dari 30 konsumen yang membeli rumah di pengembang PT. Meravelo Property yang berada di empat lokasi berbeda harus kehilangan uang mereka dengan total lebih dari Rp 1 miliar.

Rumah yang dijanjikan dibangun dengan spesifikasi rumah komersil tersebut hingga kini tinggal janji karena pengembang sejak dua minggu lalu diketahui menghilang.

Salah satu konsumen yang telah menyerahkan uang muka, Izzi mengatakan telah menyetor DP Rp 40 juta untuk uang muka (Dp) rumah dari total harga rumah Rp 140 juta. Seharusnya rumah sudah selesai dibangun karena uang muka sudah dibayar akhir tahun lalu.

Seharusnya rumah sudah selesai dibangun Maret lalu karena sesuai dengan perjanjian rumah harus selesai dibangun maksimal enam bulan sejak DP dilunasi.

Izzi sendiri membeli rumah di kawasan Kalidoni Pusri rumah komersil dengan luas 36 meter per segi dengan spesifikasi batu bata, sudah ada dapur dan perlengkapan rumah semuanya premium.

“Percaya rumah itu ada karena pernah melihat langsung benar ada rumah contoh yang dibangun dengan spesifikasi seperti yang dijanjikan tapi seiring berjalannya waktu rumah itu cuma contoh saja yang tidak diselesaikan hingga kini,” katanya ketika dibincangi detiksumsel , Rabu (29/09)

Dikatakan Izi , melihat progres pembangunan rumah hingga kini nol persen atau tidak berjalan membuat Izzi kemudian menghubungi pengembang dan meminta agar uang muka yang sudah dibayarkannya untuk dikembalikan.

Rupanya upaya itu hanya ditanggapi iya saja oleh pengembang tapi tidak ada itikad baik mengembalikan uang tersebut.

Bersama dengan korban lainya, ia berinisiatif mendatangi langsung kantor pemasaran pengembangan tersebut ternyata kedua lokasi rumah pemasaran justru sudah tutup dan nomor telpon pengembang juga sudah tidak aktif lagi.

Melihat pengembang menghilang dan tidak ada kabar kemudian barulah Izzi tahu jika banyak korban lainnya juga yang bernasib sama dengannya menyetor ujang muka bahkan sudah melunasi pembelian secara penuh tapi nasibnya sama rumah tidak ada atau tidak dibangun.

“Ada satu konsumen yang bayar Rp 600 jutaan atau beli tiga rumah sekaligus karena rumah komersil smart home di Talang Kedondong itu semula dijual Rp 400 jutaan tapi didiskon menjadi Rp 200 jutaan dengan spesifikasi premium membuat banyak konsumen tergiur,” jelas Izzi.

Upaya mengejar pengembang untuk mengembalikan uang yang disetor konsumen juga sudah dilakukan dengan mendatangi rumah keluarga pengembang yakin rumah orang tua dan mertuanya. Tapi nyatanya setelah meminta penjelasan dari kedua rumah tersebut tetap nihil. Orangtua dan mertua pemilik perumahan juga mengatakan tidak tahu dimana keberadaan anaknya dicari-cari konsumen.

“Sudah kita datangi bersama Ketua RT ke rumah orangtua pengembang tapi mereka mengaku tidak tahun kemana pengembang tersebut,” tambah Izzi.

Melihat tidak ada itikad baik dari pengembang mengembalikan uang muka rumah yang sudah dibayar dan menghilang tanpa kabar membuat puluhan konsumen yang menjadi korban sepakat melaporkan hal tersebut ke kepolisian.

“Semalam sudah kita laporkan ke Polresta Palembang dan berharap pengembang ini bisa di panggil dan mengembalikan semua uang muka rumah yang sudah disetorkan konsumen,” tutupnya.

Sementara itu di konfirmasi ke Real Estate Indonesia (REI) Sumsel ternyata keberadaan pengembang tersebut yang mengaku membangun rumah komersil tidak ada atau tidak tercatat dalam keanggotan DPD REI Sumsel.

“Tidak ada nama pengembang itu di REI tidak terdaftar,” kata Sekretaris DPD REI Sumsel, Abdul Rozak, SE.

Pengembang PT Meravelo Property diduga membawa lari uang konsumen senilai lebih dari Rp 1 miliar karena lebih dari 30 konsumen sudah membayar uang muka rumah bahkan sudah membayar lunas rumah yang dibeli tapi hingga kini rumah tidak bangun dan pengembang tersebut menghilang.

Pemilik PT Meravelo Property yang disangkakan membawa kabur uang konsumen, Rio Gatta berulang kali ditelpon namun nomor telponnya tidak aktif dan hanya terhubung dengan mail box.

Sementara itu Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel, Zawwy Salim mengatakan PT Meravelo Property bukan anggota REI dan tidak terdaftar sebagai anggota.

“Kalau mau mengecek apakah pengembang itu anggota REI atau bukan datang langsung ke sekretariat REI dan akan dicek,” ujarnya.(May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

Safari Berburu Bantu Petani Berantas Hama Babi Hutan

Lahat, Detik Sumsel – Gubernur Sumsel, H Herman Deru didampingi Wakil Bupati Lahat, Haryanto SE …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *