Terjadi Pergerakan Harga, Sumsel Inflasi 0,06 Persen | Detik Sumsel
Detik
Pemprov

Terjadi Pergerakan Harga, Sumsel Inflasi 0,06 Persen

Palembang, Detik Sumsel – Di September Sumsel mengalami inflasi sebesar 0,06 persen. Komoditas dominan yang menyebabkan terjadinya inflasi daging ayam ras, beras, sewa rumah, minyak goreng, tomat, ikan dencis, dan bahan bakar rumah tangga yang mengalami kenaikan harga dibandingkan dengan rata-rata harga Agustus.

Koordinator Fungsional Statistik Distribusi BPS Sumsel, Sukerik SST mengataman dari dua kota yang menjadi survai, Palembang mendomonasi inflasi yang paling besar 0,05 persen dan lubuklinggau 0,23 persen sehingga Januari hingga September ini maka inflasi tertinggi di kot Palembanga terjadi pada Januari sebesar 0,43 persen dan terendah pada Juni 2021 sebesar – 0,01 persen.

Dikatakan, perkembangan inflasi di Sumsel selama tiga bulan terakhir Juni, Juli dan Agustus Sumsel mengalami deflasi dan September ini inflasi.

Selain itu, perkembangan inflasi dua tahun terakhir, pada Bulan Agustus dan September biasnaya deflasi dan tahun ini inflasi. “Ini menunjukan adanya pergerakan harga yang memang direpson positif oleh pasar,” ungkapnya disela-sela rilis BPS, Senin (04/10).

Ia menambahkan, penyebab deflasi di Sumsel adalah telur ayam rasa, cabai merah dan bawang merah sedangkan penyebab inflasi daging ayam ras, beras, minyak goreng dan sewa rumah. “Dari data ini berasal komuniti makanan artinya terjadi peningkatan Sumsel,” katanya.

Sedangkan di September Sumsel juga mengalami Inflasi Perdesaan sebesar 0,13 persen yang disebabkan oleh naiknya rata-rata harga indeks di kelompok pengeluaran yaitu, Kelompok Makanan, Minuman dan Tembakau naik sebesar 0,13 persen, Perumahan, Air Listrik dan Bahan Bakar rumah Tangga 0,36 persen, Perlengkapan, Peralatan dan Pemeliharaan Rutin Rumah Tangga 0,07 persen, Kesehatan 0,19 persen, Transportasi 0,16 persen, Informasi, Komunikasi dan Jasa.

Sementara itu, untuk Nilai Tukar Petani (NTP) Sumsel pada September 2021 tercatat sebesar 112,07 atau nai sebesar 0,83 persen dibanding NTP bulan

sebelumnya. Kenaikan NTP ini dipengaruhi oleh Indeks Harga yang Diterima Petani yang mengalami kenaikan rata-rata sebesar 0,97 persen, sedangkan rata-rata Indeks yang dibayarkan Petani (Ib) hanya mengalami kenaikan sebesar 0,14 persen.

Kenaikan NTP September dipengaruhi oleh naiknya NTP pada subsektor Perkebunan yang naik sebesar 1,32 persen dan perikanan Budidaya 0,09 persen. Sedangkan subsektor lain yang mengalami penurunan yaitu Tanaman Pangan sebesar 0,62 persen, Hortikultura 0,26 persen, Peternakan 1,08 persen, Perikanan secara umum 1,07 persen dan Perikanan Tangkap 1,83 persen. (May/Rel)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Gelar Aksi Sosial Bedah Rumah, Hingga Bangun Jembatan dan Fasilitas Air Bersih

Palembang, Detik Sumsel – Manajemen dan karyawan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) menggelar berbagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *