Terkait Pencemaran Sungai, PT BPAC Akui Kantongi Izin Pengalihan Alur Air

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Lahat, Detik Sumsel – Rapat dengar pendapat (RDP) antara BPD dan warga dari sembilan desa di Kecamatan Merapi Selatan, dengan PT Bima Putra Abadi Citranusa (BPAC) Bomba Group, yang sebelumnya Senin (6/12) lalu sempat ditunda, akhirnya berlangsung digelar.

RDP yang difasilitasi Komisi III DPRD Kabupaten Lahat ini membahas terkait pencemaran Air Hasam dan Air Serelo. Buntut dari kebanjiran di Kecamatan Merapi Selatan Selasa (2/11) lalu, diduga akibat aktivitas pertambangan di hulu sungai dan penimbunan ruang Air Resam di Desa Lubuk Betung. Saat itu, air sungai meluap bercampur lumpur, mencapai sebatas pinggang orang dewasa.

Yuslan, Ketua Forum BPD, Kecamatan Merapi Selatan mengatakan, tujuan RDP ini untuk menemukan solusi, sehingga kedepan tidak terjadi banjir lagi. Sepanjang Air Serelo di Desa Gramat hingga Desa Padang, tidak lagi keruh gara-gara tercemar oleh aktifitas tambang.

“Hasil RDP, Rabu (15/12) mendatang, pihak perusahaan bersama sejumlah dinas terkait akan lakukan pengecekan langsung ke tambang,” terang Yuslan, Senin (13/12).

Disisi lain, Tomi, perwakilan PT BPAC membenarkan aliran air tersebut masuk wilayah kerja PT BPAC, namun di lokasi itu juga ada wilayah kerja PT LPPBJ. Terkait untuk pengalihan alur air, pihaknya sudah mengantongi surat perjanjian dari Dinas PUPR, dengan Nomor : 600/290/PUPR/2021.

“Pihak perusahaan membuka diri untuk melakukan pengecekan secara langsung,” ucap Tomi singkat.

Sementara, Kepala PU PR, Mirza Azhari membenarkan terkait adanya surat itu. ” Ya ada suratnya, untuk lebih jelas apakah lumpur itu akibat pengalihan alur atau dari aktifitas tambang, Rabu nanti di cek ke lokasi dahulu,” jawab Mirza. (heru)

Komentar