Terkait Rencana Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg, Pertamina Tunggu Instruksi Pemerintah | Detik Sumsel
Detik
Ilustrasi masyarakat yang tengah antrian gas elpiji 3 kg.
Ilustrasi masyarakat yang tengah antrian gas elpiji 3 kg. (Istimewa)

Terkait Rencana Kenaikan Harga Elpiji 3 Kg, Pertamina Tunggu Instruksi Pemerintah

Palembang, Detik Sumsel – Rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mengubah skema subsidi Elpiji 3 kilogram (kg) dari tabung ke penerima yang akan dilakukan Juli mendatang disikapi Pertamina dengan menunggu arahan dari pusat.

Rifky Rakhman Yusuf Region Manager Communication & CSR Sumbagsel mengatakan apapun langkah yang akan dilakukan pemerintah, Pertamina akan mendukung itu.

Sebagai operator, prinsipnya Pertamina siap dengan kebijakan Pemerintah tekait mekanisme distribusi LPG 3 kg, termasuk jika nanti akan dilaksanakan dengan sistem tertutup.

Pertamina akan selalu memastikan availability produk dan memastikan lembaga penyalur untuk siap dengan mekanisme distribusi tertutup tersebut.

“Saat ini kami menunggu arahan selanjutnya dari Pemerintah untuk skema dan waktu pelaksanaannya,” katanya, ketika diwawancara via Whatshap Rabu (16/01).

Jika nantinya pemerintah mengorder LPG 3 Kg dijual non subsidi dengan harga Rp35 ribu pertabung ke pasaran ya akan dilakukan sebagaimana permintaan.

“Saat ini kita masih menyalurkan LPG 3 kg seperti biasa ke agen dengan harga subsidi,” ujarnya.

Disinggung soal panic buying yang bakal terjadi karena gas melon bakal mahal, Refkt menghimbau masyarakat menggunakannya sesuai kebutuhan. Jangan memborong gas ini dalam jumlah banyak karena khawatir harganya bakal mahal nanti karena stoknya pasti ada dan selalu tersedia.

“Tapi kalau harga di tingkat pengecer itu bukan tanggungjawab kita lagi sebab harga jual yang kita salurkan seusia harga yang ditetapkan pemerintah pada agen,” ujarnya.

Ditambahkanya, selama ini konsumsi gas elpiji di Sumsel sesuai pagu yang ditetapkan pemerintah dan tidak over. Pada saat tertentu memang konsumsi gas naik pada satu kawasan tapi di tempat lain turun karena dampak libur panjang akhir tahun lalu sehingga dua pola konsumsi ini saling menggantikan atau substitusi.

Secara umum pola konsumsinya sama masih dalam batasan penyaluran yang ditetapkan.

“Data pastinya mengenai jumlah pelanggan yang memang berhak menerima gas 3 kg tersebut, saat ini  tengah kita susun sehingga tahu perkembangannya,” katanya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Beri Pelatihan Bagi Keluarga Terdampak COVID-19

Palembang, Detik Sumsel- Yayasan Bangun Sejahtera Mitra Umat (BSMU) bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *