banner 728x250

Tertangkap Tangan Masuk Rumah, Maling Tewas Dihajar Massa

Jenasah tersangka Abdurahman Wahid alias Dudung setelah di kroyok massa saat hendak masuk rumah warga tanpa izin Jumat (15/7) pukul 02.00 WIB
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel — Tergeletak di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Muhammadiyah Palembang, Abdurahman Wahid alias Dudung maling yang tewas dihajar massa, Jumat (15/7) pukul 02.00 wib dini hari di Jalan KH Azhari Lorong Pulo Kecamatan Seberang Ulu 2 Palembang.

Dari gambar yang diterima korban tergeletak di ruang IGD yang penuh luka dan darah di daerah kepala, wajah, dan lainnya. Menurut informasi yang dihimpun bahwa Abdurahman merupakan pelaku yang tewas di hajar masa.

“Jadi pelaku merupakan resedivis 363 dengan kasus yang sama. dan sebelum kejadian ini sudah pernah melakukan hal pencurian di TKP yang sama. Kemudian ngulang kembali dan ketahuan warga hingga tewas di massa,” ujar Kapolsek Seberang Ulu 2 Palembang Kompol Handry saat ditemui di TKP, Jumat (15/7/2022).

Baca Juga :   PT. Pertamina Panen Jagung Pola Tumpang Sari, Warga Air Enau Bersukacita

Ia mengungkapkan bahwa pelaku beraksi berdua bersama rekannya. dan satu lagi sudah berada di Polrestabes Palembang. Dari keterangannya pelaku meninggal di RS Muhammadiya saat dibawa oleh warga.

“Pelaku merupakan resedivis pada kasus yang sama ditahun 2019. Dia 2 kali masuk penjara karena saat itu masih dibawa umur jadi masuk ke lapas anak,” katanya.

Sementara itu pemilik rumah Habib (25) mengungkapkan, bahwa pelaku ketahun saat dirinya mendegar suara dari samping rumahnya.

“Dia masuk lewat samping rumah karena mudah kan di buka. Aku jugo masih was-waskan kareno pelaku yang samo berhasil bawak Laptop, dompet, buku tabungan dibawanya. pas aku bangun aku la liat rai (wajahnya) dan terus belari,” katanya.

Baca Juga :   Terpilih Aklamasi, RA Anita Masyarakatkan Bowling Sumsel

Kemudian Habib berteriak maling dan membuat warga sekitar keluar melihat pelaku sehingga pelaku dihajar masa hingga babak belur dan tewas. (Haris Widodo)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL