Tidak Berprikemanusian, PLN Putus Aliran Listrik Pelanggan Hanya Telat Dua Hari Membayar 

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

Palembang, Detik Sumsel.com — Sejumlah pelanggan PLN di kota Palembang mendatangi kantor Unit Layanan Pelanggan Rivai di Jalan Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat I Palembang Jumat (23/9/2022) sore. Hal ini dilakukan untuk mengurus saluran listrik di rumah mereka yang telah diputus pihak PLN secara mendadak.

Salah satu pelanggan PLN yang diputus adalah Nurhayati (54) warga Jalan Pangeran Antasari Kelurahan 14 Ilir Kecamatan Ilir I Palembang dirinya mengatakan ia tidak ada tunggakan bayaran sama sekali, hanya saja ia telat membayar untuk bulan ini.

“Biasanya saya bayar tanggal 25 seperti bulan kemarin. Tapi ini baru tanggal 23 tiba tiba diputus, saya kebenaran sedang tidak ada dirumah, yang ada hanya anak saya,”katanya kepada wartawan ditemui di kantor Unit Layanan Pelanggan Rivai Jalan Demang Lebar Daun Palembang Jumat (23/9/2022).

Dirinya baru mengetahui kalau meteran listrik dirumahnya dicabut PLN setelah anaknya menelponnya hari ini. “Alasan mereka (petugas PLN) cabut telat sehari bayar langsung dicabut. Mau dibayar ditempat tidak boleh katanya bayar dikantor saja. Setelah ditemui dikantor, saya langsung bayar dan oleh pihak PLN disuruhnya ganti token atau pulsa, maksud saya kembalikan lagi saja meteran listrik rumah saya, saya tidak mau pakai token,”harapnya.

Baca Juga :   Apa Hukum Merayakan Ulang Tahun dalam Islam, Simak Penjelasan Ini

Dikatakan Nurhayati, listrik dirumahnya 900 Volt Amper setiap bulan ia harus membayar kurang lebih 200 ribu. “Katanya listrik rumah saya di subsidi tapi bayaran nya masih besar setiap bulannya,”cetusnya.

Hal yang sama juga dirasakan, Aming warga Kecamatan Ilir Barat I meteran listrik dirumahnya juga diputus secara mendadak oleh PLN, padahal tidak ada tunggakan. “Mereka datang kemarin memutus meteran listrik dirumah saya menunjukkan surat pemberitahuan namun tanggalnya tanggal 21, tapi mereka datang tanggal 22 ini kan salah, seharusnya tanggal 21 mereka datang,”jelasnya.

Ditegaskan dirinya tidak mempermasalahkan kalau memang aturan PLN memutus aliran listrik warga yang telat bayar atau baru menunggak satu bulan tapi dengan etika yang baik. “Kami kan pelanggan membayar setiap bulan, kami menduga ini hanya alasan PLN saja memutus aliran listrik agar pelanggan beralih memakai token atau pulsa,”tuturnya.

Baca Juga :   Oknum Anggota Polisi Pelaku Pemukulan TNI, Terancam Hukuman Disiplin dan Pidana 

Aming sangat menyesalkan tindakan pihak PLN yang tidak ada etika memutus listrik pelanggan tanpa memberikan surat peringatan lebih dulu. Bahkan saat didatangi dikantornya pihak PLN bersi kukuh bahwa tindakan yang mereka lakukan sudah sesuai aturan.

“Kami minta kepada petinggi PLN ataupun Direktur untuk memberikan sanksi kepada petugas PLN yang tidak punya etika dalam bekerja,”katanya.

Sampai berita ini diturunkan, Detik Sumsel.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak PLN untuk menanyakan pemutusan sementara aliran listrik tersebut.(oji)

Iklan Detik Sumsel

Komentar