Tidak Mau Diajak Rujuk, Susanti Disiram Suami Siri dengan Air Keras | Detik Sumsel
Detik
Istimewa

Tidak Mau Diajak Rujuk, Susanti Disiram Suami Siri dengan Air Keras

Palembang, Detik Sumsel — Susanti Hariyani (30) menjadi korban penganiayaan oleh mantan suaminya sendiri hingga mengalami luka bakar di tubuh sampai ke wajah setelah disiram air keras oleh suami sirinya.

Selain Santi, DA anak korban yang masih berusia tujuh tahun berinisial DA juga mengalami luka bakar dibagian wajah karena terkena siraman air keras oleh pelaku.

“Anak saya terkena siraman air keras karena dia waktu kejadian berada didekat saya makanya ikut kena. Sebenarnya saya nikah siri. Kami belum punya anak. Ini anak sama suami saya sebelumnya,” kata Susanti yang dihubungi melalui sambungan telepon karena masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang, Senin (10/1/2022).

Diketahui penyiraman air keras terjadi di kediaman ibu kandung Susanti di Jalan Aman Kelurahan Srijaya Kecamatan Alang-alang Lebar Palembang, Jumat (6/1/202) sekitar 15.00 WIB.

“Dia selama ini memang sering membuntuti sampai benar-benar mengganggu saya. Dia itu mau ngajak rujuk, tapi saya tidak mau lagi,” ungkapnya.

Diakui Susanti ia sudah lebih satu tahun meninggalkan suaminya dan memilih untuk tinggal di rumah ibunya. Hal itu pilihnya karena selama dua tahun membangun biduk rumah tangga Susanti selalu mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya itu.

Karena di tinggal sang suami tidak terima dan minta kembali rujuk dengan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan kasarnya.

Namun sayang, setelah diberi kesempatan nyatanya MYE tidak kunjung berubah dan tetap saja berbuat kasar.

“Suami saya tidak pernah menjatuhkan talak ke saya. Tapi saya sudah tidak mau sama dia. Saya tidak tahan lagi hidup dan tinggal sama suami seperti itu” ujarnya.

Puncak kemelut rumah tangga Susanti dan suaminya terjadi ketika dia memilih untuk kembali ke rumah orang tuanya.

Sang suami terus menerornya baik di rumah maupun di tempat kerja sehingga membuatnya tidak tenang.

Suami Susanti dengan sengaja memesan ojol maupun makanan secara online ke rumah Susanti sehingga mengharuskan Susanti yang harus membayar pesanan makanan.

Tidak sampai disitu suami Susanti juga beberapa kali mencongkel rumah orang tuanya lalu mematikan aliran listrik.

“Saya melihat dengan mata saya saat di mencongkel rumah ibu saya. Waktu itu ibu saya sedang mengurut orang karena kerjanya tukang urut. Saat lagi pergi, biasanya pintu rumah suka dikunci dari luar dan saya sama anak di dalam.

Waktu itu saya dengar seperti ada suara orang congkel pintu. Saya pikir itu ibu sudah pulang, tapi ternyata bukan. Saya lihat dia yang congkel, terus saya teriak maling jadinya dia pergi,” ujarnya.

Perbuatan suaminya sudah pernah dia laporkan ke aparat RT setempat dan berharap akan diteruskan ke Babinsa.

Sebab dia sangat khawatir suaminya tersebut akan melakukan perbuatan yang lebih membahayakan.

Karena tidak punya bukti, RT tidak mau meneruskan harapan Susanti. “Dari RT tidak mau proses karena katanya tidak ada bukti, tidak ada video. Katanya kalau dilaporkan ke Babinsa, bakal ditertawakan kalau ngelapor tidak ada bukti,”beber Susanti

Belakangan kekhawatiran itu terbukti benar dengan adanya tindak penyiraman air keras.

Dengan adanya kejadian ini Susanti sangat berharap polisi segera menangkap suaminya yang hingga kini masih bebas berkeliaran diluar sana.

“Saya merasa terancam, bagaimana kalau dia kembali melakukan yang tidak-tidak ke saya dan keluarga. Saya berharap polisi segera menangkap dia. Soalnya perbuatan dia benar-benar sudah sangat keterlaluan. Sudah sangat membahayakan nyawa saya dan keluarga,” ucapnya.(oji)

 

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Minggu Kedua Januari, Polda Sumsel Tangkap 56 Tersangka Pemain Narkoba

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *