Tidak Penuhi Unsur Pidana, Kasus Pers Plat Merah Tutup Buku | Detik Sumsel
Detik
Foto Bersama Kapolres, Ketua DPRD Kota Pagaralam dan Pelapor Usai Melakukan Isla Kasus Pers "Plat Merah"

Tidak Penuhi Unsur Pidana, Kasus Pers Plat Merah Tutup Buku

Pagaralam, Detik Sumsel- Lanjutan kasus postingan Pers “Plat Merah” Ketua DPRD Kota Pagaralam Jenny Sandiya sebagai terlapor dan Al Kahfi sebagai pelapor akhirnya menunjukan titik terang.

Dimana setelah usai dilaksanakan gelar perkara di Mapolda beberapa waktu lalu, hari ini, Rabu (10/3) Polres Kota Pagaralam kembali memanggil Pelapor dan Terlapor untuk duduk bersama.

Dijelaskan AKBP Dolly, mengatakan usai pertemuan, jika laporan pelapor telah melalui proses pengkajian di bantu oleh beberapa ahli mulai dari ahli bahasa, ahli pidana dan ahli IT yang juga di asistensi oleh penyidik Dirkrimsus Polda Sumatera Selatan dimana di simpulkan bahwa laporan tersebut tidak memenuhi unsur pidana.

“Proses hukum yang kami lakukan sudah melibatkan berbagai ahli juga di bantu oleh penyidik Dirkrimsus Polda Sumsel dan di simpulkan laporan pelecehan ini tidak ada unsur pidananya,”jelas

Kapolres menjelaskan jika hari ini kita laksanakan duduk bersama dengan kedua bela pihak dan alhamdulillah kedua bela pihak menerima dengan baik.

“Alhamdulillah hasilnya kedua bela pihak sudah saling memafkan, memahami dan isla sehingga kasus postingan Pers ” Plat Merah” tidak berlanjut atau dalam arti kedua bela pihak sepakat berdamai,”ujarnya.

Ia juga mengatakan dengan itu menurut saya kasus ini sudah selesai, dan disini kami menyampaikan tidak semua permasalahan berakhir di jalur hukum.

“Kami harapkan dengan ini dapat mengembalikan kondisi seperti semula seperti yang kita harapapkan semua,”katanya.

Al Kahfi sebagai pelapor membenarkan jika pertemuan ini untuk membahas kesepakatan islah antara kedua bela pihak.

“Karena kita sama-sama menjunjung kekeluargaan dan mengembalikan kodisi Pagaralam yang aman dengan ini kita sepakat akan melakukan Islah,”terangnya.

Sementara itu Penasehat Hukum Ketua DPRD Pagaralam Etal Pargas SH MH didampingi ketua DPRD Kota Pagaralam Jenny Sandyah SE MH didampingi mengapresiasi kinerja penyidik Polres Pagaralam juga Polda Sumsel yang telah memberikan kepastian hukum atas persoalan yang menimpanya. Dimana lanjutnya kedua belah pihak juga di sarankan untuk menempuh jalur Islah (perdamaian).

“Alhamdulillah sudah ada kepastian hukum yang menegaskan bahwa pers plat merah yang saya tulis di media sosial saya beberapa waktu lalu tidak ada unsur pidananya,dan persoalan Islah nanti di bahas lebih lanjut,”pungkasnya.

Diketahui, polemik hukum yang berujung saling lapor antara Alkahfi versus ketua DPRD Jenny Sandyah berawal dari tulisan di Facebook Jenny Sandyah menanggapi pemberitaan terkait demontrasi mahasiswa pada beberapa bulan yang lalu.Dimana dalam tulisan di Facebook tersebut terdapat kata “Pers Plat Merah” yang menurut Alkahfi telah melecehkan profesi wartawan yang telah di simpulkan dalam gelar perkara hari ini bahwa tulisan tersebut tidak mengandung unsur pidana yang di maksudkan pelapor Alkahfi.

Dalam prosesnya juga,Alkahfi beserta medianya juga telah di laporkan ke Dewan Pers oleh ketua DPRD Jenny Sandyah dimana dalam risalah Dewan Pers bahwa telah terjadi pelanggaran etika jurnalistik dalam pemberitaan yang tidak memuat hak koreksi terhadap apa yang maksud dengan pers plat merah oleh ketua DPRD.(rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Minggu Kedua Januari, Polda Sumsel Tangkap 56 Tersangka Pemain Narkoba

Palembang, Detik Sumsel — Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumsel bersama Polrestabes dan Polres jajaran dalam …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *