Tinggal di Gubuk Tua, Nenek Hopiah Tidak Punya BPJS Kesehatan

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

PALI, Detik Sumsel- Malang yang dialami nenek Hopiah (81th). Dia hidup sebatang kara, sehari hari ia menjalani hidupnya, tinggal di dalam gubuk berukuran sekitar 4×4 meter itu yang sudah tak layak huni ditambah kegelapan tanpa aliran listrik.

Walaupun tenaganya sudah tidak kuat lagi. Namun untuk kelangsungan hidupnya, sehari – hari ia terpaksa bekerja sebagai buruh tani harian mengambil upahan membersihkan lahan lahan warga yang memerlukan tenaganya sebagai tukang rumput.

Dengan pekerjaan itu tidak setiap hari ada warga yang bisa menggunakan jasanya sebagai tukang rumput. Sehingga nenek Hopiah juga menyambi berjualan sapu lidi.

Keadaan hidup nenek Hopiah sungguh sangat mengharukan. Karena setiap waktu untuk bertahan hidup ia hanya mengandalkan belas kasihan warga yang dermawan yang mau menggunakan jasanya. Penghasilan nya pun sangat jauh dari cukup.

Nenek Hopiah tinggal di Dusun 1 Desa Suka Manis Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI – Sumsel.

Nenek Hopiah sangat jauh dari kehidupan sederhana yang cukup sebagaimana umur yang sudah dilaluinya. Kehidupannya sungguh sangat memilukan, ia belum merasa menikmati arti kemerdekaan yang sebenarnya.

Nenek Hopiah, sangat merasa bersyukur kalau sehari hari dirinya selalu sehat. Karena ia tidak bisa membayangkan kalau dirinya sakit. Karena ia tidak ada BPJS atau kartu kesehatan seperti yang warga lain miliki. Maka kalau sakit ia harus harus membayar, sedangkan untuk makan sehari hari saja ia tidak mampu.

Pernah suatu waktu, ia mengalami sakit selama 3 bulan. Namun karena ia tidak ada BPJS ia terpaksa berobat dengan membayar.

”Saya pernah mengalami sakit selama 3 bulan, tapi saya tidak ada BPJS, atau kartu kesehatan. Jadi saya terpaksa berobat dengan membayar ,” Jelas nenek Hopiah saat diwawancarai awak di akhir pekan ini.

Keadaan hidup nenek Hopiah ini dibenarkan oleh Alamsyah, salah seorang warga Desa Suka Manis Kecamatan Tanah Abang kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), yang merupakan masih tetangga nenek Hopiah.

Komentar