Tingkat Pengetahuan Warga Palembang Lamban terhadap Bisnis Syariah | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Konferensi Pers Pengetahuan Masyarakat Kota Palembang terhadap Bisnis Syariah di Grand Inna Daira Hotel Palembang, Ahad (7/4).

Tingkat Pengetahuan Warga Palembang Lamban terhadap Bisnis Syariah

Palembang, Detik Sumsel- Tingkat pengetahuan masyarakat terhadap konsep bisnis syariah tersebut dinilai lamban dibanding pemahaman bisnis konvensional. Hal ini merupakan hasil riset dan survey yang dilakukan Share-e yang merilis tingkat pengetahuan masyarakat Kota Palembang terhadap bisnis syariah.

Ketua Tim Peneliti dari Share-e Management Siti Mardiah, M.Sh menjelaskan, penelitian dilakukan selama dua bulan melibatkan 348 orang dengan berbagai klasifikasi pekerjaan. Sementara teknik pengambilan sample menggunakan metode proportionate stratified random sampling.

“Hasil penelitian yang kami lakukan, sebanyak 72 persen masyarakat Kota Palembang mengetahui bisnis syariah. Sedangkan sisanya sebesar 28 persen tidak mengetahui bisnis syariah sama sekali. Kondisi ini menunjukkan jika tingkat pengetahuan terhadap bisnis syariah masih sangat lamban,” terang Siti Mardiah dalam Konferensi Pers Pengetahuan Masyarakat Kota Palembang terhadap Bisnis Syariah di Grand Inna Daira Hotel Palembang, Ahad (7/4).

Dari 72 persen tingkat pengetahuan tersebut, sambung Siti, hanya 78 persen melakukan interaksi bisnis syariah, sisanya 22 persen tidak melakukan interaksi dalam bentuk apapun.

“Kelompok pekerja yang paling banyak tidak mengetahui tentang bisnis syariah adalah bidang pertanian, kehutanan, perburuhan dan perikanan,” sebutnya.

Dari hasil penelitian tersebut, pihaknya memberikan beberapa rekomendasi diantaranya potensi pasar bisnis syariah (market opportunity) mencapai 50 persen untuk bisa dimanfaatkan oleh pelaku bisnis syariah di Kota Palembang.

“Selain itu, perlu adanya peran nyata dan maksimal dari pemerintah, MUI, DMI, IKADI, ICMI dan ormas lainnya untuk menambah konten materi ceramah tentang bisnis syariah yang diberikan saat memberikan ceramah agama di masjid maupun tempat lainnya,” jelasnya.

Sementara itu, Head of Program Share-e Management Rudi Aryanto menambahkan, Share-e Management merupakan satu-satunya lembaga konsultan, training dan riset di Kota Palembang.

“Share-e Management terpanggil untuk melakukan kajian bagaimana pengetahuan masyarakat Palembang terhadap bisnis syariah yang berdampak pada eksistensi lembaga itu sendiri,” terangnya.

Dia pun menambahkan, riset dilakukan berdasarkan pengaduan masyarakat yang berkeiginan untuk mendapat edukasi ekonomi syariah. Mengingat, informasi yang ada di media sosial belum menyentuh substansi dari bisnis syariah itu sendiri.

“Dari situlah kami melakukan penelitian untuk mengetahui kondisi ril terkait pemahaman bisnis syariah. Dengan penelitian ini, kami berharap agar geliat ekonomi syariah bisa semakit berkembang,” katanya.(tet)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Gubernur Akan Perbaiki Jembatan Gantung Desa Lontar

Baturaja, Detik Sumsel – Gubernur Sumatera Selatan, H Herman Deru berjanji akan segera memperbaiki jembatan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *