Tokoh Agama Minta Hiburan OT Malam di Stop | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
RAPAT EVALUASI : Jalanya Rapat Evaluasi Perwako nomor 30 Tahun 2016 di ruang rapat besemah I Pemkot Pagaralam.(Foto: Rendi/Detik Sumsel)

Tokoh Agama Minta Hiburan OT Malam di Stop

Pagaralam, Detik Sumsel – Guna mengevaluasi kembali Peraturan Walikota (Perwako) Nomor 30 tahun 2016, yaitu tentang Penyelenggaraan Perayaan yang menggunakan alat musik elektronik, Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam melakukan audensi bersama Intansi terkait, Toko masyarakat dan Toko Agama.

Pantauan, tak terkecuali pelaku usaha Organ Tunggal (OT) Pagaralam, Namun tidak satupun Perwakilan dari pelaku usaha tersebut hadir dalam audensi yang dilaksanakan di ruang Rapat Besemah I Pemkot Pagaralam, Senin (18/3).

Menyikapi hal ini Ketua Baznas Pagaralam H Jamil Rusdi mengatakan, jika pihaknya menilai perwako tersebut masih banyak yang harus dievaluasi khususnya untuk penyelenggaraan hiburan dengan alat elektronik pada malam hari, seperti sistem perizinan, pengawasan, dan penertiban, apalagi jika berkaca pada fakta dilapangan jika hiburan OT tersebut banyak berdampak buruk bagi masyarakat, mulai dari Peredaran miras, narkoba dan asusila.

Baca Juga :   Hidupkan Kembali Gerakan Pramuka Kota Palembang

“Dari fakta dilapangan dan informasi yang kami dapat dari masyarakat jika hiburan malam tersebut lebih lebih banyak dampak negatifnya. Jadi dengan hal ini kami mengusulkan untuk hiburan malam ditiadakan saja,”katanya.

Hal senada disampaikan Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Pagaralam Masrul Amirullah yang mengatakan, kita semua tau dampak negatif OT, namun bukan OTnya yang bermasalah, namun dampaknya yang dapat merusak Ahlak generasi muda.

” Jadi kami sepakat kalau OT malam di stop, mengingat berapa tidak akan terkendalinya pelaksanan ot di malam hari, karena banyak negatifnya,”ujarnya.

Baca Juga :   DLH Lahat Transfer Ilmu ke Mahasiswi Unsri

Sementara itu Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengakui jika perwako tersebut masih banyak sisi lemahnya, karena itu harus dikaji ulang. Apalagi dari hasil penyampaian dari beberapa toko agama dan toko masyarakat pada rapat ini, tentunya akan kita serap untuk bahan evaluasi perwako kedepan.

“Tentunya kita harus banyak melihat dari banyak kacamata-kacamata masyarakat. Selanjutnya akan kita melakukan pertemuan lagi untuk mengambil kesimpulan, namun ketentuan ini akan dilakukan setelah pileg dan pilpres,”pungkasnya. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Distribusikan Bantuan Untuk Masyarakat Terdampak Covid 19

Baturaja, Detik Sumsel – Polres OKU mendistribusikan bantuan berupa 495 karung beras kepada masyarakat diwilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *