Tolak Pengalihan Pengolaan Gas ke PGN, FSPPB Gelar Istiqosah | Detik Sumsel
Detik
Pekerja pertamina yang tergabung dalam FSPPB saat melakukan aksi istiqosah (Maya/ Detiksumsel.com)

Tolak Pengalihan Pengolaan Gas ke PGN, FSPPB Gelar Istiqosah

Palembang, Detik Sumsel – Sebagai bentuk penolakan terhadap rencana pengalihan bisnis gas exsiting, LNG existing, Jargas dan  SPBG dari Pertamina ke PGN.

Ratusan pekerja pertamina yang tergabung dalam federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB), hari ini secara bersamaan 19 SPBG yang ada di Indonesia termasuk di Palembang melakukan aksi Istiqosah.

Aksi ini sebagai bentuk penolakan dari para pekerja Pertamina, terkait rencana pengalihan pengelolaan LNG. Karena bisnis LNG merupakan bisnis masa depan perusahaan, apabila bisnis tersebut dialihkan ke Perusahaan Gas Negara (PGN). Maka berpotensi kehilangan pendapatan negara sebesar 43.04 persen dimiliki oleh publik.

“Ini sebagai bentuk pengkerdilan pertamina, apabila pengolaan LNG dialihkan ke PGN. Bila suara kami tidak didengarkan, maka FSPBB siap melakuka  aksi lebih besar lagi, tinggal menunggu komando Presiden Federasi nasional semua pekerja pertamina akan bergerak untuk mempertahankan pengolaan proses bisnis  LNG dipertamina yang 100 persen sahamnya milik negara,” ungkap Presiden FSPPB Arie Gumilar yang didampingi Ketua Umum FSPPB Regional unit III Plaju, Muhammad Yunus Kamis (25/07).

Dalam aksis tersebut, para pekerja menuntut pemerintah RI wajib mempertahanka  proses bisnis LNG pada pertamina yang 100 milik negara, meminta pemerintah dalam hal ini menteri ESDM untuk memastikan pertamina dapat menyusun program kerja rencana bisnis LNG yang mendukung Securty of supply nasional baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Tidak hanya itu FSPPB mendesak untuk menghentikan  segala upaya pengaliha  proses bisnis LNG yang dilakukan melalui holding migas PGN karena bisa menyebabkan kerugia  negara, karena 43 persen saham PGN dimiliki publik.

Yunus menambahkan pertamina selama ini sudah bekerja dengan baik untuk pengelolaa  LNG. Hal ini terlihat dari total produksi LNG  sebesar 16 metrik ton atau sekitar 7 % dari total produmai dunia.

“Kita menjadi ejsportir LNG terbesar kelima setelah Gatar, Malaysia, Australia dan Negeria dengan kapasitas kilanc LNG mencapai 28,7 MTPA, tidak menutup kemungkinan bila ini dikelola orang lain kondisinya akan berubah,”jelas Yunus disela-sela aksi.

Selama dikelola pertamina pasokan LNF kepasar dunia terus mengalami peningkatan setiap tahun sekitar 12 persen, dengan volumen perdangan meningkat dari 35,2 MT ditahun 2016 menjadi 293,1 metrik ton.

Ini menunjukkan bila sejauh ini pengelolaan LNG sudah baik, dan pertamina mampu untuk mengolahnya tanpa harus diserahkan ke PGN.

“Kami akan terus berjuang untuk kepentingan negara, dan akan terus menyuarakan penolakan kami, Bila suara kami tidak didengarkan seluruh FSPPB siap bersatu dalam satu komando untuk aksi yang lebih besar lagi,” katanya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Crew Kapal MV Charlotte Tewas Tengkurap Diatas Kapal di Perairan Tanjung Buyut

Palembang, Detik Sumsel — Seorang crew kapal MV Charlotte dilaporkan meninggal dunia diatas kapal diperairan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *