Tujuh Kali Menjambret, Melki “Dihadiahi” Sebutir Timah Panas | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Melki tersangka jambret saat dihadirkan pres rilis tersangka dan barang bukti di Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel

Tujuh Kali Menjambret, Melki “Dihadiahi” Sebutir Timah Panas

Palembang, Detik Sumsel — Sedikitnya sudah tujuh kali Melki (29) melakukan penjambretan di kota Palembang. Kini Melki harus berhenti sementara menjambret setelah anggota Unit III Subdit III Jatanras Polda Sumsel menangkapnya. Bahkan kaki kanan Melki dihadiahi sebutir timah panas lantaran melakukan perlawanan saat akan ditangkap Jumat (8/10/2021) malam.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Sumel Kompol CS Panjaitan mengatakan tersangka Melki spesialis jambret di kota Palembang. Diketahui tersangka sudah tujuh kali melakukan aksi jambret. Aksinya yang terakhir di Jalan Cipto, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II Palembang, Senin (1/2). Tersangka Melki menjambret bersama dua rekannya yakni Dedek dan Dayat yang terlebih dahulu di tangkap anggota Polrestabes Palembang.

“Modus tersangka berkeliling dengan sepeda motor mencari mangsanya. Melki (29) merupakan satu dari tiga pelaku jambret di wilayah kota Palembang,” ujar Kompol CS Panjaitan, Sabtu (9/10).

Dikatakan Panjaitan, korbannya saat itu sedang berjalan di Jalan Cipto di jambret oleh tersangka bersama dua rekannya. Korban lalu membuat laporan mendapatkan laporan korban anggota langsung bergerak cepat hingga mengamankan tersangka.

“Saat akan ditangkap tersangka sedang mengamen di rumah makan kawasan Tangga Buntung. Tanpa fikir panjang kita langsung melakukan penanangkapan, namun saat akan ditangkap tersangka mencoba melawan sehingga kita berikan tindakan tegas dan terukur,” katanya.

Atas ulahnya tersangka dikenakan pasal 365 KUHPidana dengan ancaman penjara diatas lima tahun penjara

Dihadapan Polis Melki mengaku nekat menjambret karena pekerjaannya sebagai pengamen tidak cukup untuk memenuhi kebutuhannya sehari hari.

Melki mengungkapkan, sebelum melakukan aksinya ia dan dua rekannya terlebih dahulu berkeliling untuk mencari korbannya.

“Kami melihat korban sedang memainkan ponselnya, saya bertugas menarik ponsel korban dan setelah itu kami melarikan diri, kemudian ponsel korban kami jual ada yang Rp 300 hingga Rp 500, uangnya kami bagi rata. Kalau saya uangnya saya gunakan untuk kebutuhan sehari-hari,”tutupnya.(oji)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebelum Mengubur dan Cor Mayat Apriyanti Tersangka Nopi dan Amir Pergi Kelokalisasi Kampung Baru

Palembang, Detik Sumsel — Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Senin (18/10/2021) merekonstruksi kasus pembunuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *