Tutup Potensi Korupsi, KPK Ingin FABA Jadi Limbah Non B3 | Detik Sumsel
BNI"
Foto scrensoot surat rekomendasi KPK.

Tutup Potensi Korupsi, KPK Ingin FABA Jadi Limbah Non B3

Lahat, Detik Sumsel — Munculnya surat dari KPK ditandatangani Firli Bahuri selaku Ketua, tertuju kepada Presiden Republik Indonesia, perihal rekomendasi perbaikan regulasi limbah batubara PLTU, Jumat (20/11) lalu. Rupanya membawa angin segar bagi dua PLTU beroprasi di Kabupaten Lahat.

Inti dari surat itu merekomendasikan limbah Fly Ash Bottom Ash (FABA) batubara berasal dari PLTU, yang sebelumnya masuk ketegori limbah B3, dijadikan ketegori limbah non B3. Hal ini merujuk karena adanya peningkatan biaya pokok pembangkit listrik senilai 3-4 Triliun/tahun. Dengan begitu, potensi korupsi dari sisi perizinan dapat dihindari, dan biaya pokok pembangkit listrik bisa menurun.

Menjawab surat yang beredar tersebut, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Lahat, Agus Salman, melalui Kasi LB3 DLH Lahat, M Chairul Hakim menuturkan, pada dasarnya Kementrian Lingkungan Hidup sudah membuka peluang untuk suatu limbah B3, dianggap sebagai limbah non B3.

“Ada prosedurnya, tidak setiap PLTU memiliki FABA dengan kadar sama. Apalagi 2 PLTU di Lahat untuk kadar Silika atau SiO2 saja terbilang tinggi,” tutur Chairul, Minggu (29/11). Harus melalui uji karakteristik dahulu dengan metode TCLP uji toksikolog LD 50, dan uji sub-kronis.

Saat ini, limbah FABA 2 PLTU di Lahat ditampung menggunakan metode sama, yakni menggunakan metode Waste Impounment alias kolam penampungan. Untuk PT Bukit Pembangkit Inovatif memiliki kolam penampungan seluas sekitar 2,4 hektar, sedangkan PT Priamanaya memiliki 2 penampungan seluas 1 hektar dan 1/5 hektar.

“Jadi setelah ditampung, merata limbah FABA dimanfaatkan PT Semen Baturaja sebagai bahan baku pembuatan semen,” terangnya. Untuk PT Priamanaya dalam proses perubahan dokumen amdal, dari teknik Waste Impounment ke teknik penimbunan (Landfill).

Chairul menjelaskan, kadar limbah FABA tergantung dari pembakaran unit yang dimiliki, dan kadar batubara. Semakin tinggi angka dari beragam unsur yang ditimbulkan, akan semakin bahaya bagi manusia dan lingkungan.

“Jika itu dikabulkan, jelas akan mengurangi biaya pokok pembangkit listrik. Atau bisa buat izin pemanfaatan, lalu manfaatkan masyarakat setempat buntuk pengelolaannya,” jelas Chairul. Limbah FABA bisa dimanfaatkan menjadi conblock dan batako. (heru)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL
Lakukan Penukaran Uang

Check Also

10 Pejabat OKI Dilantik, Ini Pesan Bupati Iskandar

Kayuagung, Detik Sumsel – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Iskandar, SE., mengukuhkan pejabat pimpinan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *