UMKM Butuh Dukungan Modal dan Keringanan Kredit, Untuk Kembali Bangkit | Detik Sumsel
Pemprov
Kepala OJK Kantor Regional VII Sumatera Bagaian Selatan, Untung Nugroho (maya/detiksumsel.com)

UMKM Butuh Dukungan Modal dan Keringanan Kredit, Untuk Kembali Bangkit

Palembang, Detik Sumsel – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, pandemi covid-19 memaksa UMKM di tanah air termasuk Palembang kehilangan banyak omset.

Karena itu, UMKM butuh bantuan modal dari investor dan keringanan cicilan kredit perbankan, agar mereka bisa tetap bertahan.

Kepala OJK Kantor Regional VII Sumatera Bagaian Selatan Untung Nugroho mengatakan, dari total 60 juta UMKM di tanah air, sekitar 16 juta UMKM ini memerlukan modal usaha sebesar Rp 25 juta per bulan atau estimasi Rp 1.000 triliun.

Dia menjelaskan, kendala yang dihadapi UMKM di masa pandemi lantaran 78 persen permintaan mereka turun. Pasalnya, bila selama ini UMKM bisa berjualan di tempat keramaian. Tapi akibat pandemi, mereka terpaksa hanya mengandalkan berjualan secara daring dari rumah saja, sehingga omset mereka turun drastis hingga 84 persen.

Kondisi ini juga diperburuk oleh minimnya kendaraan operasional yang bergetak, karena mereka kekurangan tenaga kerja akibat omset sepi. Kondisi ini membuat UMKM terpaksa harus merumahkan pekerjanya.

Melihat kondisi tersebut, OJK berupaya memberikan peran agar UMKM kembali bangkit, melalui dukungan pasar modal, lembaga keuangan non perbankan hingga bank.

“Sekarang UMKM kita sudah bisa mengakses modal dari pasar modal, bukan cuma perusahan besar saja untuk mengembangkan usahanya,” ujar Untung saat menjadi narasumber outlook series AJI Palembang, Jumat (15/01).

Dia melanjutkan, UMKM juga sudah bisa mendapatakan pembiayaan dari sektor non perbankan. Misalnya fintech legal dan lembaga pembiayaan lainnya, seperti bank wakaf mikro, pembiayaan dan asuransi mikro, juga program pembiayaan mikro.

Dukungan modal yang paling utama juga bisa didapat UMKM dari perbankan, baik bank umum ataupun bank perkreditan rakyat, melalui penyaluran kredit UMKM minimal 20 persen dari porsi total kredit, untum membentuk TPKAD dan memperluas jaringan laku pandai.

Ditambahkan Untung, selama lima tahun terakhir, pertumbuhan kredit perbankan di Sumbagsel mengalami kenaikan 0,4 persen year on year dan penyaluran terbesar di Sumsel yakni Rp 86,1 triliun atau market share kredit di Sumsel 1,5 persen dibanding total penyaluran kredit nasional Rp 5.638 triliun.

“Kita mengharapkan, tahun ini pertumbuhan kredit UMKM dapat sejalan, meski ditengah kondisi Covid-19,” harapnya. (May)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Pacu Ekonomi Lewat Pasar Modal

Palembang, Detik Sumsel- Guna memberikan pemahaman mengenai Pasar Modal yang punya peran penting bagi perekonomian …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *