Unjuk Rasa Ojol di Simpang DPRD Sumsel Dibatalkan, Ini Alasannya

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com — Ribuan Driver Ojek Online (Ojol) yang dikabarkan bakal unjuk rasa di Simpang DPRD Sumsel besok resmi dibatalkan. Pembatalan tersebut lantaran pihak Asosiasi Driver Ojek Online (ADO) guna menghindari potensi kericuhan lantaran jumlah massa yang banyak.

“Besok aksi kita batalkan, demi kebaikan semua,” kata Humas Internal ADO Sumsel, Kms. Junaidi Salad, Senin (19/9/2022).

Menurutnya, jika terjadinya unjuk rasa dengan jumlah massa yang banyak, berpotensi menimbulkan provokasi yang tak terhindakan.

“5.000 sampai 6.000 massa tidak bisa terbandung bila ada satu yang memprovokasi,” ujarnya.

Selain itu, jika massa banyak membanjiri kawasan Simpang DPRD Sumsel, juga dapat menimbulkan lalu lintas menjadi lumpuh

“Macet dimana-mana dan kondisi di lapangan akan terpapar rusuh,” ungkapnya

Lanjutnya, pihaknya juga tidak ingin anggota ADO (Asosiasi Driver Ojol) berbenturan dengan pihak pengaman. “Kita tak mau kawan-kawan malah menjadi masalah,” lanjutnya.

Kendati demikian, ia mengaku bakal menyampaikan aspirasi melalui perwakilan dari pengurus ADO langsung kepada Gubernur Sumsel dan Ketua DPRD Sumsel.

“Aspirasi besok akan kita (perwakilan beberapa ketua paguyuban dan komunitas) sampaikan ke Ketua DPRD Sumsel dan Gubernur Sumsel dan akan kita kawal sampe ke kementerian perhubungan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, dari aksi tersebut, Muhammad Asrul Ketua ADO Sumsel mengatakan, ada tiga tuntutan yang akan dilayangkan kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menentukan tarif dasar Driver Online.

“Tarif dasar untuk wilayah ini belum diatur, kita ingin adanya penyesuaian tarif driver online baik roda dua maupun roda empat mengikuti kebutuhan hidup dan kondisi di daerah masing-masing,” jelasnya.

Lanjut Asrul, tuntutan kedua yakni mengajukan kepada Ketua DPRD Sumsel atau Pemprov Sumsel agar menentukan biaya pemotongan aplikator di sama ratakan yaitu 10 persen tanpa ada biaya yang lainnya.

“Kalau saat ini potongan aplikator tinggi mencapai sekitar 30 persen,” ungkapnya.

Selain itu, Asrul menyebutkan tuntutan ketiga yakni meminta kepada Ketua DPRD Sumsel atau Pemprov Sumsel untuk seluruh anggota Driver Online motor dan mobil mendapatkan kompensasi kenaikkan harga BBM atau BLT.

“Kita juga mengawal ini agar bantuan yang diterima merata, kita juga akan menyampaikan aspirasi dengan baik tanpa anarkis, sebagai ketua saya telah menyampaikan dan mengarahkan teman-teman untuk menyesuaikan,” pungkasnya. (Kml)

Komentar