Unsri Minta Perkara Yudisium tak Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan Seksual | Detik Sumsel
Detik
Gedung Fakultas Ekonomis Unsri, Indralaya, Jumat (3/12) petang.

Unsri Minta Perkara Yudisium tak Dikaitkan dengan Dugaan Pelecehan Seksual

Indralaya, Detik Sumsel- Pihak rektorat Universitas Sriwijaya (Unsri) akhirnya buka suara terkait salah seorang mahasiswi yang tak masuk daftar peserta yudisium.

Mahasiswi Fakultas Ekonomi tersebut merupakan salah satu korban pelecehan seksual yang mengadu ke Polda Sumatera Selatan pada Rabu (1/12) lalu.

Wakil Rektor III Unsri Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Iwan Stia Budi menegaskan, tak benar mahasiswi tersebut tak masuk daftar yudisium.

Menurut Iwan, peserta yudisium di Desember 2021 ini sangat banyak, yakni mencapai 157 orang.

“Jumlah mahasiswa yang mengikuti yudisium ini sebanyak 157 orang dan dibagi dalam dua sesi,” kata Iwan kepada wartawan di gedung Fakultas Ekonomis Unsri, Indralaya, Jumat (3/12) petang.

Mahasiswi tersebut lalu dimasukkan dalam yudisium sesi dua yang dilaksanakan mulai pukul 13.00.

Awak media pun bertanya kepada rektorat Unsri apakah memberikan jaminan tiga mahasiswi pelapor yang sedang mengurus skripsi tak akan dipersulit.

Iwan pun meminta agar perkara yudisium ini tak dikaitkan dengan kasus dugaan pelecehan seksual.

“Terkait kabar itu tidak benar. Jadi ini jangan dikaitkan dengan kasus itu. Ini adalah yudisium dan persyaratan yudisium sudah baku,” kata Iwan.

Dia pun meminta wartawan dapat menyaring informasi yang beredar.

“Jadi yang benar adalah yudisium ini diatur dan memperhatikan protokol kesehatan,” jelasnya.

Ketika disinggung mengenai mahasiswi tersebut yang merupakan salah satu pelapor dugaan pelecehan seksual, Iwan memberikan jawaban yang tak sinkron.

“Saya berada di lingkungan universitas. Karena mahasiswa Fakultas Ekonomi banyak dan saya tidak tahu orangnya,” ujar Iwan.

“Saya tidak begitu mengenal secara person to person. Informasi yang ada mohon difilter disaring,” imbuhnya.

Pada kesempatan sama, Dekan Fakultas Ekonomi Unsri, Mohamad Adam juga menolak pertanyaan mengenai perkara yudisium dan kaitannya dengan dugaan pelecehan seksual.

“Ini kaitannya dengan yudisium, tidak ada kaitannya dengan itu, Kita bertanya tentang proses akademik, ya. Proses akademik berbeda dengan proses etik,”katanya.

Adam mengatakan, ada komisi etik yang menangani dugaan perkara pelecehan seksual dan dia mengaku tak terlibat di komisi etik tersebut.

“Kami tidak bisa bicara dulu sebelum prosesnya lagi berjalan, ya. Mohon dimengerti oleh Bapak dan Ibu sekalian, sudah berjalan prosesnya. Artinya pelapor dan pelaku sedang di komisi etik. Kita bicara yudisium dan tidak boleh mengomentari yang lain,” kata Iwan mengakhiri keterangan. (AL)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Truk Seruduk Rumah Warga di Jalan Lintas Palembang-Kayuagung

Indralaya, Detik Sumsel – Sebuah truk menyeruduk rumah warga di jalan lintas Palembang-Kayuagung di wilayah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *