Viral “Nasi Minyak” di Media Sosial, Berikut Sederet Bahaya dari Minyak Jelantah

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com – Beberapa hari terakhir, nasi minyak menjadi perbincangan di media sosial, khususnya Twitter.

Semua ini berawal dari unggahan akun @txtdrkuliner yang merekomendasikan tempat makan yang diminati pengunjung.

Dalam video berdurasi 49 detik itu, diperlihatkan hidangan nasi dengan lauk ayam, jeroan yang dimasak dengan minyak yang sudah berwarna hitam.

Sementara itu, sambal dan bumbu juga dicampuri dengan minyak bekas goreng lauk tadi yang sudah terlihat jelantah setelah digunakan berkali-kali.

Meskipun terlihat menggiurkan, banyak warganet yang menyebut kalau makanan itu terlihat bakal menaikan kolesterol dan stroke secara instan dalam satu hidangan.

Menariknya ialah hidangan nasi itu disebut sebagai nasi minyak, tetapi bukanlah nasi minyak yang biasa ditemukan di Palembang.

Melainkan hidangan yang diperlihatkan tak lebih dari sekedar nasi ayam dan bebek goreng yang sering dijumpai di warung-warung.

Penggunaan minyak jelantah yang begitu hitam dapat bersifat berbahaya bagi kesehatan.

Hal ini diperburuk ketika minyak tersebut dikonsumsi secara langsung dengan cara mencampurkannya ke sambal atau bumbu.

Dilansir dari Hindustan Times, pemanasan ulang pada minyak goreng maksimal sebanyak 3 kali, meski warnanya masih kuning keemasan, penggunaan ulang minyak tersebut dapat memicu terbentuknya lemak trans.

Lemak trans ini berbahaya bagi kesehatan karena tingkat kalori yang tinggi. Apabila yang masih berwarna kuning saja sudah buruk, bayangkan saja ketika sudah menghitam.

Berikut ialah beberapa resiko kesehatan dari mengonsumsi makanan dengan minyak jelantah.

Meningkatkan tekanan darah tinggi

Penggunaan minyak yang telah dipakai goreng berkali-kali dapat menghasilkan efek radikal bebas seperti monogliserida, digliserida dan trigliserida.

3 senyawa ini bersifat dapat memicu deposisi lipid, stres oksidatif dan juga kenaikan tekanan darah karena sifatnya yang toksik.

Meningkatkan kadar kolesterol jahat

Proses pemanasan berulang dalam suhu tinggi dapat menghasilkan terbentuknay lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh.

Lemak trans ini juga dapat menjadi pemicu resiko penyakit jantung.

Meningkatkan resiko kanker

Senyawa monogliserida, digliserida dan trigliserida dapat bersifat toksik terhadap makanan yang digoreng.

Ketika memasuki tubuh, senyawa itu dapat menyerang sel sehat dan memunculkan gejala kanker.

Obesitas

Lemak Trans dapat memicu obesitas ketika dikonsumsi dalam jumlah banyak dan juga dalam jangka waktu yang panjang.

Meningkatkan resiko penyakit degeneratif

Minyak jelantah dapat menghasilkan karsinogen dalam tubuh dikarenakan senyawa organik aldehid dari minyak.

Karsinogen tak hanya menjadi pemicu kanker, tetapi juga dapat menyebabkan penyakit degeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson.

Komentar