Walikota, PPKM Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Perekonomian Masyarakat Pagaralam | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Walikota Pagaralam Alpian Maskoni

Walikota, PPKM Tidak Berdampak Signifikan Terhadap Perekonomian Masyarakat Pagaralam

Pagaralam, Detik Sumsel – Guna membatasi kegiatan masyarakat terutama untuk mengurangi kerumunan sekaligua juga untuk menekan jumlah penularan kasus Covid-19 di Kota Pagaralam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Pagaralam, membelakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan provinsi Sumsel

Namun untuk wilayah Pagaralam sendiri sampai saat ini PPKM tidak terlalu berpengaruh dengan perekonomian masyarakat, Berbeda dengan daerah lain kebijakan PPKM cukup berdampak pada perekonomian masyarakat baik itu sekala besar maupun kecil.

Saat di konfirmasi usai menghadiri rapat paripurna di gedung DPRD Pagaralam, terkait dampak PPKM terhadap perekonomian di Pagaralam, Walikota Pagaralam Alpian Maskoni mengatakan bahwa PPKM memang sedikit mempengaruhi perekonomian di Pagaralam.

“Ada pengaruhnya, tapi tidak signifikan. Sampai saat ini masyarakat Pagaralam belum terlalu merasakan dampak dari PPKM untuk sektor perekonomian,”katanya, Senin (2/8)

Ia menjelaskan, hal ini disebabkan Pagaralam merupakan kawasan pertanian. Jadi dampak dari PPKM tidak terlalu dirasakan oleh masyarakat terutama yang petani.

“Inilah keuntungan kita. Dengan hampir 80 persen masyarakat kita berprofesi sebagai petani jadi tidak terlalu merasakan dampak dari kebijakan PPKM ini,”ujarnya.

Namun untuk aktivitas dipasar atau perdagangan memang sedikit terdampak karena saat ini ada warga yang takut berada dikerumunan.

“Mereka yang sangat menerapkan protokol kesehatan saat ini enggan keluar rumah. Jadi aktivitas dipasar sedikit berkurang,”pungkasnya. (rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Sebelum Mengubur dan Cor Mayat Apriyanti Tersangka Nopi dan Amir Pergi Kelokalisasi Kampung Baru

Palembang, Detik Sumsel — Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel Senin (18/10/2021) merekonstruksi kasus pembunuhan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *