Warga Bintan Keluhkan Rumah Retak Akibat Proyek Revitalisasi Sungai Sekanak , BBWS Sumatera VIII Siap Bertanggung Jawab

Iklan detik Sumsel

Palembang, Detiksumsel.com — Rumah  retak akibat proyek revitalisasi Sungai Sekanak di Jalan Bintan Kapten A Rivai, Iorok Pakjo, Ilir Barat 1 Palembang, Balai Besar Wilayah Sungai Sumatera (BBWSS) VIII angkat bicara. Pihaknya akan melakukan perbaikan.

“Tentunya kami perbaiki rumah-rumah warga yang retak akibat getaran pembanguanan revitalisasi Sungai Sekanak,” kata Masagus Zulfikar Rasyidi alias Didi, Humas BBWSS VIII kepada Detiksumsel.com, Senin (14/11/2022).

Kendati demikian, Didi meminta kepada warga yang terdampak retakan tersebut agar melaporkan ke RT setempat untuk ditindaklanjuti ke Kelurahan.

“Kami sudah sosialisai juga kepada RT, jika ada retakan agar bisa ke balai Desa atau Lurah nanti ada pihak BBWSS melakukan pengecekan,”ujarnya.

Ia meminta kepada masyarakat untuk tidak khawatir, ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindaklajuti keluhan warga terdampak dengan memperbaiki rumah tersebut selepas proyek rampung.

“Permasalahan ini sama seperti Komplek Ilir Barat Permai, setelah finising kami akan perbaiki,”terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Proyek revitalisasi di Kawasan Sungai Sekanak di Jalan Bintan, Kapten A. Rivai, Lorok Pakjo, Kecamatan Ilir Barat Satu Palembang menuai protes dari warga sekitar .

Pasalnya, warga mengeluhkan proyek revitalisasi sungai tersebut menimbulkan banyaknya kerusakan terhadap properti mereka.

Dari pantauan Detik sumsel dilokasi, dua kendaran berat sedang memasang pasak bumi di bibir Sungai Sekanak mengakibatkan suara bising serta tanah terguncang.

“Sudah kayak di kapal saja, lantai rumah bergetar dihantam ombak,” kata Sisilawati, Sabtu (12/11/2022).

Tak hanya itu, goncangan  tersebut juga tampak menggoyangkan wajan minyak di atas kompor warung milik Wati saat dijumpai.

Ia mengungkapkan, goncangan yang ia nilai seperti ombak tersebut menjadikan kehidupannya sejak setengah bulan terakhir ini dihantui kekhawatiran rumahnya jika runtuh.

“Cara rumah bukan beton, kayu dan bata biasa, kaca sudah bergetar-getar takut roboh,”ungkapnya.

Semenatara itu Danny warga RT 16, Jalan Bintan Kapten A. Rivai juga menguluhkan dinding rumah dan pagarnya banyak dipenuhi retakan. Ia menilai jelas, retakan tesebut akibat proses pemasangan paku bumi tepat di depan halamannya.

“Akibat getaran ini, dinding pagar, tembok rumah dan dinding kamar saya menjadi retak,”ungkapnya.

Bahkan, ayah dari tiga anak tersebut juga memperlihatkan dinding balkon lantai dua rumahnya juga ikut retak.

Akibat retakan yamg terjadi di rumahnya itu, Danny mengaku membingungkan untuk mengadu kepada pihak siapa.

“Kalo sudah retak seperti ini siapa yang yang bertanggung jawab,”terangnya.

Dalam kesempatan itu juga ia berharap, Pemerintah dapat memantau proyek terusan restorasi Sungai Sekanak Lambidaro di Jalan Binta Kapten A. Rivai hingga rampung.

“Coba (Pemerintah) dicroscek sampai selasai, bagaimana kerjaan proyek ini tidak menyengsarakan orang, jangan ada korban bangunan warga rusak,”pungkasnya.

Komentar