Warga OKU Bawakan “Oleh-Oleh” TV Rusak Untuk PLN Baturaja

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan

# Kesal Listrik Yang Kerap Padam

Baturaja, Detik Sumsel – Meski hanya 2 orang, namun hal itu tak menyurutkan niat Josi Robet yang mewakili suara masyarakat OKU (Surat OKU) untuk melakukan unjuk rasa atas ketidakpuasan terhadap layanan ULP PLN Baturaja yang kerap melakukan pemadaman listrik secara sepihak tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

Terlebih pemadaman listrik itu dilakukan pada saat bulan puasa 1443 H (ketika akan berbuka puasa).

Kekecewaan Robet yang mewakili masyarakat OKU disuarakan dengan mendatangi kantor ULP PLN Baturaja sembari membawa “Oleh-Oleh” berupa televisi dan kipas angin rusak sebagai simbol dampak dari pemadaman listrik yang dapat menyebabkan kerusakan pada alat elektronik masyarakat.

Dihadapan Manager PLN Baturaja, Robet menyampaikan kekesalan serta kekecewaan masyarakat yang dinilai tidak maksimal, padahal saat ini ULP PLN Baturaja dijabat oleh pejabat baru.

“Dimana kinerja PLN, seenaknya saja memadamkan listrik. Padahal kami masyarakat OKU selalu membayar tagihan listrik ini,” teriak Robet di halaman PLN Baturaja.

Selain itu, Robet mempertanyakan masa perbaikan yang dilakukan PLN selama 8 bulan terakhir diragukan kualitasnya. Bahkan dia menyebut alat yang dipasang untuk perbaikan diduga barang bekas (second).

“Kalau memang tidak mampu bekerja sebaiknya mundur dan pergi dari Kabupaten OKU. Kami sudah jengah dengan pelayanan PLN yang sangat bobrok,” ketusnya.

Robet dalam orasinya menuntut pihak PLN Baturaja untuk berkomitmen membenahi dan mengevaluasi kinerja karyawan PLN Baturaja agar pelayanan dapat maksimal. Selain itu ia meminta kepastian hingga kapan perbaikan bisa selesai.

Sementara itu, Manager ULP PLN Baturaja, Iswandi, menanggapi unjuk rasa yang dilakukan itu dengan berterima kasih atas perhatian serta koreksi yang dilakukan masyarakat OKU. Ia mengakui, belakangan listrik memang sering padam bahkan ketika umat muslim hendak berbuka puasa dan melaksanakan shalat tarawih.

“Kami sangat berterima kasih sekali atas koreksinya, kami mengakui dan ikut merasakan dampak dari seringnya listrik padam. Namun dengan banyaknya pelanggan di Baturaja ini, tentu belum seluruhnya bisa terlayani dengan baik,” ucap Iswandi.

Iswandi berjanji dalam kurun waktu 1 bulan kedepan pelaksanaan konstruksi perbaikan akan selesai sehingga jika pun ada pemadaman, tim bisa secara cepat untuk mengatasi.

“Kami sudah minta bantuan dari Lahat mobil kren untuk menyelesaikan konstruksi. Kalau pun ada pemadaman, maka secara cepat, secara singkat teman – teman di lapangan bisa memulihkan,” pungkasnya. (Fei)

Komentar