Warga Talang Banan Rindukan Jalan Aspal | Detik Sumsel
Pemprov
Tampak Kondisi Jalan Menuju Desa Banan Usai Hujan Kondisi sangat licin.

Warga Talang Banan Rindukan Jalan Aspal

Pagaralam, Detik Sumsel- Kurang lebih 2 kilometer akses jalan menuju Desa Talang Banan Kelurahan Burung Dinang Kecamatan Dempo Utara Kota Pagaralam sangat mengkhawatirkan, pasalnya selain masih jalan tanah kondisi jalan yang juga merupakan jalan pertanian tersebut di beberapa titik masih berlumpur.

Terutama saat musim penghujan saat ini, kondisi jalan mirip dengan jalur mobil Offroad dan hanya bisa dilalui oleh kendaraan khusus. Padahal jalan ini merupakan akses keluar masuk warga sebanyak 36 Kepala Keluarga (KK) dan juga akses jelan pertanian.

Informasi yang dihimpun, selain menjadi jalan akses warga, jalur ini juga menjadi jalur keluar masuk hasil pertanian dikawasan tersebut. Bahkan menurut warga ada sekitar ribuan hektar lahan pertanian produktip baik itu tanaman kopi maupun sayuran.

Ketua RT 09 RW 02 Desa Talang Banan, Jumanto mengatakan, jika sudah puluhan tahun warga Desa Talang Banan mengidamkan jalan aspal. Pasalnya sejak tahun 2004 Desa ini sudah menjadi bagian dari RW 02 dan menjadi RT 09, namun jalan belum juga dibangun.

“Kami sebenarnya sudah ada disini sejak tahun 1970 an sudah bermukim. Namun ditetapkan menjadi RT pada tahun 2004. Akan tetapi sampai saat ini jalan kami belum dibangunkan jalan, padahal akses jalannya sudah ada,”ungkapnya, Minggu (3/1)

Bukan saja warga sekitar yang sangat mengharapkan pembangunan jalan yang layak. Namun ribuan pemilik lahan perkebunan dan pertanian dikawasan tersebut juga sangat mengharapkan jalan yang bisa dilalui semua kendaraan.

“Kami sudah sangat rindu dengan jalan aspal pak. Sebab kami selalu dijanjikan namun tidak pernah terealisasi bangunan jalannya sampai saat ini,”jelasnya.

Sementara itu salah satu warga Helen, menuturkan bahwa saat musim penghujan anak-anak sekolah kadang harus membawa baju ganti saat hendak kesekolah. Pasalnya jika tidak maka baju sekolah akan kotor saat sampai kesekolah.

“Kadang ada anak-anak kami yang terpaksa pulang kerumah dan tidak sekolah karena saat diperjalanan motor yang dikendaraai terjatuh dan baju sekolah kotor terkena lumpur,”tuturnya.

Warga berharap agar jalan mereka segera dibangun, karena tidak ada alasan lagi jalan ini tidak dibangun karena merupakan kawasan pertanian.

“Jika berdasarkan program pemerintah Pagaralam yang akan memajukan sektor pertanian maka jalan kami ini merupakan daerah pertanian yang sangat produktif dan menjadi salah satu penghasil kopi dan sayur di Pagaralam,” tegasnya.

Data yang dihimpun, yaitu panjang jalan sekitar 2 kilometer yang perlu dibangun. Lahan pertanian yang ada sekitar 1.000 hektar dan warga yang tinggal dilokasi sebanyak 36 KK.(rendi)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Hidupkan Sunnah Memanah, Pesantren Tahfizh Kiai Marogan Gelar Archery Tournament

Palembang, Detik Sumsel — Pesantren Tahfidz Kiai Marogan menggelar Marogan Archery Tournament Sumatera Open Ground …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *