Wartawan Kerap Dapat Ancaman, Ratno Kuncoro : Silahkan Kontak Saya | Detik Sumsel
Pemprov
Dir Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Ratno Kuncoro saat menjadi narasumber Ngopi Cow "Urgensi Perlindungan Profesi Wartawan", Kamis (8/7) di Mabes PWI Sumsel Jalan Supeno No 11 Palembang

Wartawan Kerap Dapat Ancaman, Ratno Kuncoro : Silahkan Kontak Saya

Palembang, Detik Sumsel – Dir Intelkam Kombes Pol Ratno Kuncoro.mengatakan pihaknya sangat menjunjung tinggi tugas-tugas wartawan dan wajar dalam kaitan tugas jurnalistik mendapat perlindungan hukum. Dan DirIntelkam Polda memberikan keyakinan bahwa pihaknya, melindungi warga negara Indonesia termasuk wartawan. Karena dalam melaksanakan tugas kewartawanan mengandung risiko cukup tinggi. sehingga wartawan kerap mendapat ancaman baik secara verbal, fisik hingga penghilangan nyawa.

“Jangan ragu, silahkan kontak saya. Anggota saya,” tegas Ratno saat berbicara Ngopi COW (Ngobrol pintar caro wartawan) dengan tema “Urgensi Perlindungan Profesi Wartawan”, Kamis (8/7) yang digelar oleh Persatuan Wartawan Indonesia Sumatra Selatan (PWI Sumsel) di Wartawan kantor PWI Sumsel Jalan Supeno No 11 Kambang Iwak Palembang.

Dir Intelkam Kombes Pol Ratno Kuncoro. hadir dalam kegiatan tersebut mewakili Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof. Dr. Eko Indra Heri S MM, yang diwakili Dir Intelkam Kombes Pol Ratno Kuncoro.

Kegiatan berlangsung dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19, seperti memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Menurutnya, aparat perlu ketegasan dalam menangani kasus-kasus yang mengancam profesi wartawan jangan sampai justru aparat tidak berpihak dalam melindungi profesi wartawan.

“Sebaliknya wartawan juga wajib kerja secara profesional dan mematuhi Kode Etik Jurnalistik (KEJ) serta UU tentang pers,” ujar dia.

Ia juga menegaskan bahwa Polri melalui Kompolnas menandatangi nota kesepahaman dengan Dewan Pers untuk menguatkan Mou antara Dewan Pers dan Polri dalam upaya penegakan kebebasan pers di tanah air.

“Nota kesepahaman itu penting untuk menjaga agar kebebasan pers yang dijamin undang-undang, melindungi kehidupan pers yang sehat dan mencerdaskan masyarakat,” kata Dir Intelkam Polda

Ia mengatakan pihaknya menyosialisasikan nota kesepahaman tersebut hingga tingkat polres bahkan polsek.

Ketua PWI Sumsel Firdaus Komar menyatakan apresiasi kepada Polda Sumsel yang siap memback up wartawan di Sumsel dalam menjalan aktivitasnya. Para wartawan dan Pemred mengemukakan terkait dengan ancaman bukan hanya fisik juga psikis. Misalnya mengirim ke link WA berupa foto dan video yang tidak laik.

Mengapa profesi Wartawan menjadi menarik. Profesi Wartawan termasuk salah satu pekerjaan yang pada idealnya harus memiliki kemampuan dan standardisasi profesi.

Menurut Firko, standardisasi ini berkaitan dengan karya jurnalistik yang dihasilkan, karena Wartawan adalah orang yang secara berkala, melaksanakan tugas jurnalistik melakukan tahapan 6 m (mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengelolah dan mempublikasikan ) karya jurnalistik. Jika proses menghasilkan karya jurnalistik, tidak dilakukan demikian artinya bukan termasuk konsep Wartawan yang dikehendaki dari UU No 40 tahun 1999 tentang Pers.

Sudah seharusnya Wartawanlah ujung tombak yang melaksanakan fungsi pers seperti yang tertera dalam UU No 40 tahun 1999 tentang pers, yaitu fungsi pendidikan, informasi, kontrol sosial, hiburan dan fungsi ekonomi.

Wartawan yang memiliki idealisme, dapat dilihat dari pendapat Bill Kovach dan Tom Rosenstiel.Sepuluh Elemen Jurnalisme disusun berdasarkan buku “9 Elemen Jurnalisme” dan “Blur” karya Bill Kovach & Tom Rosenstiel yang sangat dihormati di dunia jurnalisme. Diantaranya yaitu tuga sutama praktisi jurnalisme adalah memberitakan kebenaran. Kebenaran yang dimaksud bukan perdebatan filsafat atau agama, tapi kebenaran fungsional yang sehari-hari diperlukan masyarakat.

Kemudian loyalitas utama wartawan pada masyarakat, bukan pada perusahaan tempatnya bekerja, pembaca, atau pengiklan. Wartawan harus berpihak pada kepentingan umum.

Sedangkan Esensi jurnalisme adalah verifikasi, memastikan bahwa data dan fakta yang digunakan sebagai dasar penulisan bukan fiksi, bukan khayalan, tetapi berdasarkan fakta dan pernyataan narasumber di lapangan.

Kemudian wartawan harus independen, artinya tak masalah untuk menulis apapun (baik/buruk) tentang seseorang sepanjang sesuai dengan temuan/fakta yang dimilikinya. Independensi harus dijunjung tinggi di atas identitas lain seorang wartawan.

Kembali ke peristiwa pembunuhan wartawan, dalam melaksanakan tugas jurnalistik wartawan tetap memiliki dua pilihan hati nurani yang telah memiliki kode etik jurnalistik. Pilihannya apakah mau menjadi wartawan yang benar atau sebaliknya hanya memanfaatkan atau mengkamuflasekan profesi Wartawan untuk tujuan lain. Pilihan ini semua memiliki risiko bahkan sampai dibunuh.

“Mudah mudahan dengan sharing ini, akan memperkuat saling sinergi untuk melindungan tugas profesi wartawan,” kata dia

Menurut Firdaus, dalam pembukaan acara kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kembali terkait dengan perlindungan profesi wartawan. Profesi Wartawan memang sangat rawan dan rentan terhadap ancaman terutama saat melaksanakan tugas jurnalistik. (Fir)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Siswa Seberangi Sungai Naik Kotak Styrofoam, H Pelly Yusuf Minta Mendagri Segera Sahkan Pemekaran Pantai Timur

Palembang, Detik Sumsel — Video viral siswa SD di Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten OKI menyeberangi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *