Wilayah Perairan Tantangan Pemilu di Banyuasin | Detik Sumsel
Detik
Pemprov
Suasana saat rakor di Auditorium Pemkab Banyuasin, Selasa (9/4).

Wilayah Perairan Tantangan Pemilu di Banyuasin

Pangkalan Balai, Detik Sumsel – Untuk menciptakan Pemilu serentak yang kondusif, damai, jujur dan adil pada 17 Pemilu 2019 yang tinggal menghitung hari, Pemkab Banyuasin menggelar Rapat Koordinasi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda), Selasa (09/04). Rakor ini diikuti OPD, seluruh camat, dan lurah se-Kabupaten Banyuasin.

Rapat dipimpin Bupati Banyuasin H Askolani, Wakil Bupati H Slamet serta dihadiri pula oleh Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, Kejari LA Kamis, Dandim, Arhanud, dan Sekda Drs M Yusuf.

Dalam sambutannya, Bupati Banyuasin H Askolani mengatakan, tanggung jawab dan suksesnya Pemilu bukan hanya tanggung jawab KPU dan Bawaslu. Tetapi juga tanggung jawab bersama seperti Dandim, Kejati, Polres, Arhanud dan semua yang bernaung di Kabupaten Banyuasin.

“Kerja KPU dan Bawaslu sebagai penyelenggaraan Pemilu harus kita bantu karena baru terjadi Pemilu serentak ini. Pemkab dan OPD akan membantu penyelenggeraan Pemilu ini termasuk Kesbangpol, Dishub, Satpol PP, Dinas PMD, dan 21 camat yang harus bertangung jawab di masing-masing kecamatan mengajak masyarakat untuk melakukan haknya memilih,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dirinya meminta kepada KPU dan Bawaslu agar terus melakukan koordinasi, jika ada hambatan laporkan kepada bupati dan wakil bupati yang selalu ada 24 jam.

“Kami stand by terus untuk kesuksesan Pemilu ini, jadi kalau ada hambatan segera lapor,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Banyuasin, Agus Supriyanto mengatakan secara fakta di lapangan dari 21 kecamatan masih menggunakan 19 kecamatan, 304 desa, 2483 TPS sudah termasuk TPS Lapas Serong dan Lapas Pangkalan Balai.

Hingga saat ini sudah ada 593.746 pemilih terdaftar, dengan jumlah kotak suara 12.405, bilik suara 9924, tinta 4.962, bantalan 9924, form Ci plano 12.405, dan surat suara 3.028.105.

Agus menambahkan, kendala yang dihadapi KPU diantaranya anggaran yang terbatas, kekurangan personil, geografis di Kabupaten Banyuasin yang didominasi wilayah perairan.

“Kurangnya pemahaman dan kemampuan teknis petugas penyelenggara yang tidak merata, kondisi cuaca, ketersediaan gudang atau tempat penyimpanan logistik di kecamatan, juga menjadi hambatan kami saat ini katanya,” pungkasnya. (Bra)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Emak – emak di Lahat Ngadu Lagi ke Dewan

Lahat, Detik Sumsel – 30 masa dari Ikatan Emak-emak Peduli Lingkungan Merapi Barat (IIPLMB) berunjuk …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *