Zona Merah, Pemkab OKI Terapkan PPKM Level Dua | Detik Sumsel
Banner Iklan Diskominfo
Pemprov
Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda OKI H Antonius Leonardo, M.Si., saat memimpin rakor penanganan Covid-19 di posko Satgas Covid-19 OKI, di Kayuagung, Kamis (22/7/2021).

Zona Merah, Pemkab OKI Terapkan PPKM Level Dua

Kayuagung, Detik Sumsel-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ogan Komering Ilir (OKI) akan menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2. Kebijakan itu diambil guna mencegah penambahan kasus baru Covid-19.

Bupati OKI H Iskandar, SE., melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda OKI H Antonius Leonardo, M.Si., mengatakan Pemkab OKI segera memperbaharui Surat Edaran (SE) Bupati tentang pelaksanaan PPKM mikro di OKI yang akan memuat sejumlah langkah penanganan untuk mengantisipasi risiko di zona merah.

“Kita merumuskan beberapa hal terkait pengetatan PPKM mikro di OKI terkait hari ini ada perubahan level dari zona orange menjadi zona merah,” ujar Anton saat memimpin rakor penanganan Covid-19 di posko Satgas Covid-19 OKI, di Kayuagung, Kamis (22/7/2021).

Anton mengungkapkan ada beberapa penekanan dalam pengetatan dalam PPKM mikro di OKI seperti aktivitas perkantoran, aktivitas pasar dan pusat keramaian hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Khusus kegiatan hajatan masyarakat, akan ada rumusan yang jelas seperti jumlah undangan yang diperbolehkan, batasan-batasan waktu dan tempat yang diatur jelas,” papar Anton.

Baca Juga :   Sumsel Terima Penghargaan Paramakarya

Aturan yang diterapkan Pemkab OKI, masih kata Anton, pada prinsipnya masih sama seperti PPKM mikro sebelumnya. Namun ada penekanan disejumlah sektor.

Dia mengilustrasikan seperti kegiatan belajar mengajar di sekolah sepenuhnya dengan daring, perkantoran menerapkan 75 persen WFH dan 25 persen WFO, juga aktivitas dipusat keramaian.

Mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 23/2021, Anton  mengatakan saat ini status OKI masih PPKM level dua.

“Status OKI masih di level dua, di Sumsel hanya dua daerah level tiga, yaitu Palembang dan Lubuk Linggau,” ucapnya.

Perpanjangan PPKM level dua ini diberlakukan sejak 21 hingga 25 Juli mendatang.

Sebelumnya, pada rakor terbatas antara Presiden Jokowi dengan Kepala Daerah se-Indonesia pada Senin lalu, Menkes Budi Gunadi Sadikin menjelaskan arti empat level daerah yang menerapkan kebijakan PPKM Darurat.

Total ada empat level penilaian krisis Covid-19 di sebuah daerah berdasarkan indikator WHO. Untuk level 1: ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Baca Juga :   Kapolda Sumsel Promosikan Wisata Pagaralam

Lalu, level 2: ada 20 sampai 50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 sampai 10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 sampai 2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Sementara level 3: ada 50 sampai 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10 sampai 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2 sampai 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Terakhir level 4: ada lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan lebih dari 5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk.(Iyan)

H. Hendri Zainuddin, KETUM KONI SUMSEL

Check Also

Inovasi Polsek Sekayu Mobil Watercanon Mini Fungsinya Semprotkan Disinfektan

Palembang, Detik Sumsel — Berbagai upaya dilakukan semua orang untuk memutus rantai penyebaran virus Covid …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *